
I just found this adorable picture from Adis’s tumblr. Uhm, yeah, Abi is the most romantic guy I ever had. I’m pretty sure that he won’t leave me alone and he never hate me even I’m madly crazy annoying.
Abiiiiiiiiiii, I unlimitedly love you, you’re always be my gorgeous king eventhough I’ll be someone’s queen someday. huft, I think it’s way too hard to be imagined :’(
The Cola Road (2013)
Kamis kemarin, aku dan salah satu sahabat baikku semasa SMA, Adis, berniat untuk ketemuan di salah satu mall daerah Grogol. Aku harus datang lebih awal karena aku udah janji sama ummi untuk ngga pulang kemaleman. Akhirnya aku memutuskan untuk nebeng sama salah satu temen kampusku, sebut saja “Yobrow”.
Aku dan Yobrow (lagi-lagi) janjian di depan musholla kampus. Dia menemukan sosokku lebih dulu.
“Coh.. Coh.. ada cewek cantik ngga di dalem musholla?” pertanyaan yang sangat akrab dia lontarkan kepada setiap orang yang dia temui.
“mana gue tau. eh elo udah punya cewek juga, mau dikemanain coba si Neneng (pacar Yobrow, bukan nama sebenarnya)?” jawabku melengos
“apaan, gue udah putus sama dia”
Aku kaget. Bagaimana bisa? Yobrow dan Neneng begitu serasi sempurna. cocok. kok?
“Hah kok bisa? jangan bilang lo ninggalin dia gitu aja..” eh..entahlah, ngga seharusnya aku berkata demikian, huft mungkin trauma.
“nggak lah, gue bilang ke dia kok kalo gue pengen putus..”
“alasannya? jangan bilang karena dia gendutan..”
“iya, karena dia gendut! males banget gue ngeliat betisnya gede gitu. geli gue”
“Yallah! gila lo ya tega banget! asli gue shock banget..” aku berhenti berjalan. berusaha mencuri udara segar, memastikan bahwa aku tak salah dengar.
“serius Coh, gue geli ngeliat cewek gue gendutan. udah ngga cantik lagi”
“Masya Allah..”
kami melanjutkan perjalanan. aku masih setengah sadar.
“ya setidaknya lo udah berkata jujur lah ya, meskipun pasti berat banget buat cewek lo itu..” Aku memulai percakapan lagi, sekenanya.
“iya Coh, gue juga ngga tega ninggalin dia gitu aja.”
“bagus dong, ngga kaya gue…..”
“Duh! Oon! ngapain keceplosan curcol gini.” batinku memaki.
“hah emang lo punya cowok? emang ada yang mau sama lo? hahahhaa” Yobrow tertawa lepas meledekku dengan wajah sok gantengnya.
“kurang lebih masa lalu kelabu.” jawabku kusut.
“yee selow aja kali Coh. masih banyak ikan di laut!” Yobrow berusaha menghiburku.
“masalahnya ngga semua umpan cocok sama si ikan, Brow!” aku memelas, lemas.
“ah cakep lo! that’s my words. itu kata-kata gue!” dia mengangkat telapak tangannya dan mengarahkan ke keningku.
“heh!” aku berhasil menghindarkan tangannya mendarat di keningku.
******************************************************************************
Akhirnya aku tiba di tempat yang kutuju, mencari sosok sahabat SMAku, namanya Adis. Aku sempet kebingungan karena ternyata dia duduk manis di sudut kedai kopi itu. ah, akhirnya kita berhasil ketemu!
bla bla bla kami membuka obrolan ringan dan akhirnya menjurus ke inti ceritaku. aku menumpahkan apapun yang ingin kuceritakan kepadanya.
tentang masa lalu kelabuku dulu.
“Coh, gue boleh kasih pendapat?”
“bolehlah Dis”
“gue cerita dikit ya. gue sama bokap gue emang ngga terlalu deket. tapi bokap gue pesen gini ke gue : kalo kamu menjalin hubungan sama laki-laki, kamu harus sabar. laki-laki itu suka ngetes diri dia sendiri dan pasangannya juga, tanpa kamu sadari. tugas kamu, sebagai perempuan, ya cuma nunggu. nunggu sampai dia kembali dari petualangannya, nunggu kalo ternyata dia sudah menemukan jawabannya, apakah pada diri kamu atau pada sosok yang lain.”
mataku berkaca meski tersembunyi di balik kacamata. Adis, nasehat ayahmu begitu kenaaaaa!
“jadiin pelajaran aja ya Cho, coba deh lo belajar nakal juga. lo belajar ngetes diri lo juga. dan lo liat respon dia kaya gimana”
“tapi gue udah ikhlas untuk ngga sama dia lagi. gue juga ngga mau sama dia lagi. I’m gonna try for someone new”
“ya itu kan keputusan lo. nanti kalo lo udah bener-bener ikhlas, lo coba deh jalin hubungan lagi sama dia. coba denger pengakuan dia. intinya lo cukup dengerin aja”
ngga tau ya, tapi rasanya tuuuuuuuuuuuuh
(…)